Minggu, 06 Mei 2012

Jaringan Voice (Voice over Internet Protocol / VoIP)

Jaringan voice adalah jaringan komputer dengan data yang berupa suara (voice). Dalam dunia jaringan komputer ada sebuah aplikasi ternama yang mengirimkan data berupa suara, tidak lain dan tidak bukan itu adalah Voice over Internet Protocol atau yang terkenal dengan sebutan VoIP.

Voice over Internet Protocol (VoIP) atau yang juga disebut IP Telephony / Internet Telephony / Digital Phone adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa. Definisi VoIP adalah suara yang dikirim melalui Protokol Internet (Internet Protocol / IP).

Berbeda dengan telepon analog, VoIP yang merupakan implementasi dari telepon digital memiliki beberapa keunggulan, namum di balik semua itu, tentu ada juga kelemahan yang ada pada VoIP. Berikut adalah beberapa keunggulan dan kekurangan dari VoIP.

Keunggulan VoIP antara lain :
  1. Biaya lebih rendah untuk dua tempat yang jaraknya jauh. Jika kedua tempat tersebut terhubung ke internet, maka VoIP dapat diimplementasikan. Hubungan antara SLI dengan SLJJ dapat ditekan hingga 70%.
  2. Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Jika memungkinkan, jaringan yang sudah ada bisa dibangun tambahan jaringan VoIP dengan mudah. Tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk

Jumat, 04 Mei 2012

Implementasi Dynamic NAT

Pada materi sebelumnya saya telah menyampaikan mengenai static NAT dimana pada static NAT, sebuah IP address disamarkan, dibungkus, atau dialihkan (masquerade) oleh sebuah IP address lainnya. Hal itu juga dapat dilakukan pada lebih dari 1 IP address yang hendak disamarkan hanya oleh 1 IP address lainnya. Berbeda dengan dynamic NAT yang membungkus 1 IP address oleh beberapa IP address. Pembungkusan ini biasanya terjadi saat IP yang hendak dibungkus akan berkomunikasi dengan jaringan luar.
Pada dynamic NAT, pemetaan IP yang akan di-masquerade dengan IP pembungkus dilakukan secara random. Jadi, jika pada proses NAT pertama sebuah IP address dibungkus dengan IP A, ada kemungkinan pada proses NAT yang selanjutnya IP tersebut akan dibungkus dengan IP B, C, dll.

Dalam contoh implementasi dynamic NAT yang akan saya praktekan kali ini masih menggunakan utility IPTABLES pada sistem operasi Ubuntu Server. Dan pada praktek ini saya akan menggunakan topologi berikut :

Pada topologi di atas dapat dilihat adanya penggunaan Web Server pada network 192.168.0.0/24. Dalam hal ini saya menggunakan aplikasi apache2. Untuk menginstall aplikasi tersebut gunakan perintah apt-get install apache2. Setelah terinstall, tidak diperlukan konfigurasi khusus.

Skenario yang saya gunakan adalah Web Server melakukan blocking access kepada PC Client untuk aplikasi HTTP (port 80 protocol TCP). Supaya PC client tetap dapat mengakses web server, maka dilakukan masquerading pada Client oleh Router NAT interface network 192.168.0.0/24. Pada interface tersebut dilakukan