Supaya komputer dapat mengirimkan informasi ke komputer lain, dan dapat menerima dan mengerti informasi, harus ada aturan atau standar untuk proses komunikasi tersebut. Standar ini meyakinkan kita bahwa beberapa jenis produk dan perangkat dapat berkomunikasi dengan perangkat lain yang berbeda vendor dan melewati beberapa jaringan. Pembakuan ini disebut
model.
International Standards Organization (
ISO) telah menciptakan model secara luas untuk industri, atau
framework, untuk mendefinisikan aturan-aturan jaringan yang harus dilakukan untuk komunikasi yang handal. Model jaringan ini dibagi menjadi
layer, yang masing-masing layer mempunyai fungsi yang berbeda dalam proses komunikasi. Lalu, mengapa harus dibuat layer? Paket data harus melalui beberapa tahapan dan proses. Untuk menstandarkan proses, harus digunakan sebuah model yang menunjukan bagaimana data dikirimkan, diseleksi, dibongkar-muat, dan diantarkan ke tujuan. Pada proses inilah yang disebut
model jaringan. Keberadaan model jaringan menyediakan sebuah framework untuk standar implementasi dan protocol yang digunakan oleh mesin dan perangkat untuk berkomunikasi. Sehingga proses dan pekerjaan dipisah ke dalam kelompok logika yang disebut
layer.
————————————————————————————————————
OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI)
Model referensi dalam komunikasi data yaitu standarisasi antar vendor komputer untuk berkomunikasi. Pada model referensi
OSI (
Open System Interconnection), komunikasi data jaringan dibagi menjadi
7 layer yang bekerja dalam sebuah pengiriman maupun penerimaan data. Sedangkan dalam model referensi
TCP/IP, komunikasi tersebut dibagi menjadi