Tampilkan postingan dengan label Diagnosa LAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diagnosa LAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Mei 2012

Implementasi Dynamic NAT

Pada materi sebelumnya saya telah menyampaikan mengenai static NAT dimana pada static NAT, sebuah IP address disamarkan, dibungkus, atau dialihkan (masquerade) oleh sebuah IP address lainnya. Hal itu juga dapat dilakukan pada lebih dari 1 IP address yang hendak disamarkan hanya oleh 1 IP address lainnya. Berbeda dengan dynamic NAT yang membungkus 1 IP address oleh beberapa IP address. Pembungkusan ini biasanya terjadi saat IP yang hendak dibungkus akan berkomunikasi dengan jaringan luar.
Pada dynamic NAT, pemetaan IP yang akan di-masquerade dengan IP pembungkus dilakukan secara random. Jadi, jika pada proses NAT pertama sebuah IP address dibungkus dengan IP A, ada kemungkinan pada proses NAT yang selanjutnya IP tersebut akan dibungkus dengan IP B, C, dll.

Dalam contoh implementasi dynamic NAT yang akan saya praktekan kali ini masih menggunakan utility IPTABLES pada sistem operasi Ubuntu Server. Dan pada praktek ini saya akan menggunakan topologi berikut :

Pada topologi di atas dapat dilihat adanya penggunaan Web Server pada network 192.168.0.0/24. Dalam hal ini saya menggunakan aplikasi apache2. Untuk menginstall aplikasi tersebut gunakan perintah apt-get install apache2. Setelah terinstall, tidak diperlukan konfigurasi khusus.

Skenario yang saya gunakan adalah Web Server melakukan blocking access kepada PC Client untuk aplikasi HTTP (port 80 protocol TCP). Supaya PC client tetap dapat mengakses web server, maka dilakukan masquerading pada Client oleh Router NAT interface network 192.168.0.0/24. Pada interface tersebut dilakukan

Senin, 30 April 2012

Implementasi Static NAT

Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan contoh sederhana penggunaan Network Address Translation (NAT) yang sangat sederhana. Penggunaan NAT itu sendiri masih menggunakan utility IPTABLES pada sistem operasi Ubuntu Server.
Saya akan sedikit menjelaskan mengenai fungsi NAT, yaitu suatu fitur dari sebuah router untuk melakukan pembungkusan (masquerading) IP Address. Proses ini dibutuhkan saat IP private menginginkan untuk dapat berkomunikasi dengan jaringan luar yang menggunakan IP public. Karena IP private tidak dapat berkomunikasi dengan IP public, maka diperlukan sebuah IP public yang digunakan untuk perantara komunikasi antara jaringan internal dengan jaringan luar.

Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa NAT berfungsi untuk membungkus sebuah IP address dengan IP lainnya. Dalam praktek ini saya akan menggunakan topologi seperti berikut :



Dari gambar topologi di atas dapat kita ketahui ada 3 network yang berbeda (dibedakan berdasarkan kelas IP Address). Untuk menghubungkan ketiga network tersebut agar dapat saling terkoneksi tentu diperlukan penggunaan konsep routing. Supaya PC 1 dapat terkoneksi dengan PC 2, maka PC 1 harus mengetahui bahwa ada network 10.0.0.0/8 di belakang Router - NAT, lalu Router - NAT juga harus mengetahui bahwa ada network 192.168.0.0/24 di belakang Router. Saat ada pengenalan antar network, barulah PC 1 dapat terkoneksi dengan PC 2. Hal itu berlaku juga untuk arah yang

Implementasi Network Firewall (Packet Filtering)

Setelah sebelumnya saya telah menyampaikan contoh penerapan personal firewall, kali ini saya akan menyampaikan mengenai contoh penerapan network firewall menggunakan utility IPTABLES pada sistem operasi Ubuntu Server.
Objek yang saya gunakan kali ini sama dengan objek pada personal firewall yaitu ICMP, namun perbedaannya, kali ini saya membuat sebuah skenario sederhana yaitu 2 buah PC yang berbeda network dihubungkan dengan sebuah router. Dalam hal ini router membuat sistem pengamanan bahwa PC 1 tidak dapat melakukan koneksi ICMP ke PC 2. Perhatikan topologi berikut :


Untuk menjalankan skenario tersebut, lakukan langkah-langkah

Implementasi Personal Firewall (Packet Filtering)

Pada posting kali ini saya akan menyampaikan mengenai contoh sederhana penerapan personal firewall pada sistem operasi Linux Ubuntu Server dengan menggunakan utility IPTABLES.
Dalam hal ini saya akan membuat skenario antara 2 PC yang saling terkoneksi dan pada salah satu PC dibuat sebuah sistem keamanan berupa pengamanan dari koneksi ICMP (salah satu contohnya adalah penggunaan perintah ping). Perhatikan topologi berikut :


Dalam hal ini saya membuat sebuah skenario sederhana yaitu PC 2 tidak dapat melakukan koneksi ICMP ke PC 1. Untuk menjalankan skenario tersebut lakukan

Rabu, 14 Maret 2012

Routing

Routing berasal dari kata "route" dalam bahasa inggris yang artinya adalah jalur. Jadi, sebenarnya routing merupakan penjaluran data yang akan dilakukan pada data yang dikirim pada suatu jaringan. Routing dapat disebut sebagai metoda akses yang bekerja pada layer network.
Routing adalah proses untuk memilih jalur (path) yang harus dilalui oleh paket. Jalur yang baik tergantung pada beban jaringan, panjang datagram, type of service requested dan pola trafik. Pada umumnya skema routing hanya mempertimbangkan jalur terpendek (the shortest path).

Routing dapat dikatakan hampir sama dengan metoda akses. Namun ada beberapa perbedaan dari keduanya, yaitu :

Senin, 19 Desember 2011

Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah “dua atau lebih komputer yang saling terhubung satu sama lain, dengan tujuan untuk bertukar informasi (data, resource, aplikasi) dan terhubung melalui media (wire atau wireless) dan didukung dengan adanya aplikasi jaringan”. Dari definisi yang dipaparkan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam sebuah jaringan komputer harus ada dua komputer atau lebih yang terkoneksi untuk bertukar informasi baik itu berupa data, resource (disk space), maupun aplikasi, kemudian terhubung dengan media transmisi berupa kabel maupun non-kabel dan adanya software jaringan seperti Network OS.

Jaringan komputer diklasifikasikan dalam beberapa aspek antara lain jaringan komputer berdasarkan koneksi (keterhubungan), skala (ukuran), topologi, protocol, dan arsitektur. Berikut uraian singkat mengenai klasifikasi jaringan komputer.
Jaringan Komputer berdasarkan Koneksi :
  • Broadcast Links (multipoint), yaitu jaringan yang menggambarkan bahwa sebuah komputer terhubung secara broadcast atau terkoneksi ke seluruh host yang ada dalam jaringan tersebut.
  • Point to Point Links, yaitu

Topologi Jaringan

Topologi jaringan atau network topology merupakan bentuk atau skema bagaimana komputer-komputer saling terhubung dalam sebuah jaringan komputer. Topologi terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
  1. Topologi fisik atau physical topology, yaitu gambaran bagaimana komputer dan komponen-komponen jaringan digunakan atau dipasang sehingga dapat terhubung satu sama lain.
  2. Topologi logika atau logical topology, yaitu gambaran bagaimana data dialirkan sehingga dapat mencapai tujuan pengiriman. Dalam hal ini merupakan metoda akses. Untuk melihat informasi mengenai metoda akses, klik disini.
Ada beberapa jenis topologi yang dapat diimplementasikan dalam jaringan komputer. Untuk memudahkan dalam pembahasan mengenai topologi, maka topologi-topologi yang telah ada diklasifikasikan menjadi seperti bagan berikut :


Pada pembahasan kali ini hanya akan membahas mengenai topologi fisik. Berdasarkan bagan di atas, topologi fisik dibedakan menjadi topologi dasar dan topologi pengembangan. Ada beberapa topologi dasar yang ada saat ini, antara lain

Minggu, 20 November 2011

Subnetting dan Supernetting

Dalam mempelajari IP address, tentu kita mengetahui bahwa ketetapan jumlah host dari sebuah network telah ditentukan oleh kelas IP yang digunakan.
Sebagai contoh, IP kelas C menetapkan bahwa jumlah host yang ada adalah 254 host. Lalu, bagaimana jika kita hendak membuat sebuah jaringan komputer dengan 62 host dan menggunakan IP kelas C? Bukankah 192 alamat akan tidak terpakai dan terbuang sia-sia? Jika hal tersebut terjadi tentu akan menyebabkan proses routing tidak efisien jika router harus men-scan 254 alamat yang sebagian besar tidak terpakai.

Teknik subnetting dan supernetting diciptakan untuk mengatasi hal tersebut. Subnetting adalah pemecahan network menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil, sedangkan supernetting yaitu penggabungan beberapa subnetwork kecil menjadi sebuah network yang lebih besar.

Untuk kali ini saya hanya akan membahas mengenai subnetting. Ada 2 cara yang dapat digunakan dalam melakukan penghitungan subnetting, yaitu :
  • Penghitungan manual 
  • Penghitungan dengan menggunakan software (download) 
Selain 2 cara di atas, anda juga dapat menghitung nilai subnetting secara online pada situs web penghitung subnetting VLSM.Walaupun saat ini penghitungan subnetting sudah dapat menggunakan software yang akan memudahkan proses penghitungannya, namun sangat baik jika kita dapat mengetahui bagaimana

Senin, 07 November 2011

Masking

Masking adalah teknik yang digunakan untuk melakukan filter pada proses pembentukan routing, sehingga dapat mencari tahu apakah suatu IP termasuk dalam sebuah jaringan atau tidak. Jadi, masking bisa disebut sebagai cara untuk memberi nama pada sebuah "kelompok" jaringan sehingga pada saat proses routing, router dapat mengetahui dimana letak sebuah IP tanpa harus melakukan scan jaringan yang akhirnya akan merepotkan kerja router.

Nilai network masking (netmask) dapat diperoleh dengan cara mengubah nilai bit-bit NetID pada suatu IP dengan logic 1 dengan manggunakan satuan biner.
Contoh :
Untuk mencari tahu nilai netmask dari IP 172.16.16.2 adalah dengan mancari tahu NetID dari IP tersebut.
Untuk mengetahui NetID dari sebuah IP, cari tahu terlebih dahulu mengenai Kelas IP Address
IP 172.16.16.2 adalah IP kelas C sehingga 3 oktet pertamanya adalah NetID dari IP tersebut. Sehingga :
NetID (decimal)  = 172.16.16.xxx
NetID (biner)      = 10101100.00010000.00010000.xxxxxxxx
Setelah diketahui nilai biner dari NetID-nya, cari ubah semua bit-bitnya dengan logic 1 menjadi :
Netmask (biner)     = 11111111.11111111.11111111.xxxxxxxx
Netmask (decimal) = 255.255.255.xxx
Dari percobaan tersebut dapat diketahui bahwa nilai netmask dari IP 172.16.16.2 adalah

Memodifikasi IP Address

Pada postingan sebelumnya saya telah membahas mengenai IP address. Kali ini saya akan membahas mengenai cara memodifikasi IP address pada windows.
Cara mengganti IP address harus diketahui bagi para network engineer, karena peran IP address dalam sebuah jaringan sangat dominan. Dalam pembuatan sebuah jaringan komputer tentunya konfigurasi IP address sangat diperlukan karena beberapa kompter yang sudah terhubung secara fisik tidak dapat mengkonfigurasikan IP address secara otomatis. Dalam konfigurasi IP address, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan yaitu kelas IP address, masking, dan subnetting dari jaringan tersebut.

Dalam memodifikasi IP address, ada 4 hal yang dapat dilakukan oleh network engineer, yaitu :
  • Assign address, yaitu membuat alamat pada host yang tidak memiliki identitas IP address. 
  • Add address, yaitu menambahkan alamat pada host yang telah memiliki IP address.
  • Remove address, yaitu menghapus alamat IP yang sudah tercantum pada sebuah host. 
  • Change address, yaitu mengubah alamat yang sudah terinstall pada sebuah host.

Sekarang kita akan membahas mengenai cara mengganti IP address. Mengganti IP address dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
  • Console Mode (TUI), melakukan konfigurasi IP address menggunakan mode text (command prompt / terminal). Keuntungan dari konfigurasi ini adalah, modifikasi IP akan langsung aktif setelah pemberian perintah dilakukan. Namun hanya bersifat sementara, setelah host di restart, maka konfigurasi akan kembali seperti semula. 
  • Network Wizard (GUI), yaitu melakukan konfigurasi IP address dengan menggunakan sistem GUI (Graphics User Interface) yang sudah tersedia pada sistem (seperti control panel). 
  • Newtork Script, yaitu konfigurasi IP address pada file script di masing-masing sistem. Konfigurasi ini tidak langsung aktif (harus restart terlebih dahulu) tetapi bersifat permanen. Contoh network script dalam windows yaitu regedit, sedangkan dalam linux yaitu file /etc/network/interfaces.
Dalam postingan kali ini hanya akan dibahas mengenai change IP address via Console dan Network Wizard.

————————————————————————————————————

CONSOLE MODE
Mengganti IP address via console yaitu melakukan konfigurasi IP address menggunakan

IP Address

IP Address atau Internet Protokol Address adalah kombinasi angka unik yang dikelompokan untuk mengidentifikasi suatu host dalam jaringan atau internet. IP Address terdiri dari deretan angka biner yang menunjukan alamat dari sebuah komputer pada jaringan internet berbasis TCP/IP. IP address pada sebuah host dapat diperoleh dengan 2 cara yaitu dengan cara static dan dynamic. Cara static yaitu cara memperoleh IP address dengan cara manual atau dikonfigurasi oleh user. Sedangkan cara dynamic yaitu cara memperoleh IP address dari host yang bertugas, dalam hal ini adalah DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).

Versi IP Address saat ini ada 2, yaitu IPv4 dan IPv6. IPv4 (IP version 4) merupakan IP yang kebanyakan dipakai saat ini, sedangkan IPv6 (IP version 6) masih jarang ditemukan untuk pemakaian rumahan atau jaringan warnet.
Panjang dari IP masing-masing versi pun memiliki perbedaan, untuk IPv4 memiliki panjang 32-bit dan untuk IPv6 memiliki panjang 128-bit.
Untuk mengetahui kriteria dari masing-masing versi IP address, klik disini.

Ada dua jenis IP Address yaitu :
  • IP PUBLIC
    IP ini adalah IP yang di kenali oleh jaringan internet. IP public telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang dijamin unic (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet.
    Dalam pembahasan tentang IP public, adapula istilah IP Ilegal. Host-host yang tidak terkoneksi ke internet dapat menentukan alamat IP yang diinginkan, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika host tersebut kemudian dikoneksikan ke internet, skema IP yang dipakai kemungkinan sama dengan IP dari InterNIC host di instansi lain, sehingga dapat menimbulkan conflic atau disebut dengan illegal address.
  • IP PRIVATE
    IP private yaitu alamat IP khusus yang digunakan untuk lingkungan LAN, namun tidak dapat dikenali oleh internet. Biasanya digunakan untuk sebuah instansi yang tidak membutuhkan koneksi internet. Berikut adalah alamat IP yang biasa dicadangkan untuk keperluan IP private

Berdasarkan jenis koneksi, alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

Minggu, 30 Oktober 2011

Metoda Akses

Metoda akses (access method) adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan suatu informasi ke node lainnya dalam sebuah jaringan. Metoda akses dapat dianalogikan sebagai sistem lalu lintas. Media transmisi diibaratkan sebagai jalan atau jalur lalu lintas, data diibaratkan sebagai kendaraan yang melintas pada jalanan, kemudian metoda akses diibaratkan sebagai aturan lalu lintas atau rambu-rambu yang ada dalam sebuah sistem jaringan. Tanpa adanya metoda akses memungkinkan tabrakan dalam pengiriman data di sebuah jaringan komputer.

Metoda akses terbagi 4 :
  1. Metoda akses Ethernet 
  2. Metoda akses Token Passing 
  3. Metoda akses FDDI 
  4. Metoda akses Polling 
METODA AKSES ETHERNET
Metoda akses jenis ini digunakan untuk jaringan berbasis ethernet. Prinsip dari metoda akses ethernet yaitu CSMA (Carrier Sense Multiple Access), dimana sebuah node merasakan terlebih dahulu keadaan media transmisi (Carrier Sense), dan dapat melakukan akses jamak atau lebih dari satu akses (Multiple Access).
Metoda akses ini terbagi 2 yaitu

Kamis, 27 Oktober 2011

Komunikasi Data

Komunikasi data merupakan sebuah konsep atau penjelasan bagaimana sebuah data dapat dikirim maupun diterima sebuah host dalam jaringan. Komunikasi data juga merupakan komunikasi yang terjadi dalam jaringan komputer dimana data sebagai objek dari komunikasi tersebut dan komponen-komponen apa saja yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Berikut adalah bagan atau alur dalam komunikasi data.

Skema Komunikasi Data

Dalam bagan tersebut terdapat 5 macam komponen yang saling berhubungan dan membentuk pola komunikasi data, yaitu :
- Input Device        = berfungsi sebagai komponen yang mengeluarkan informasi.
- Transmitter         = berfungsi untuk meneruskan informasi ke media.
- Media Transmisi = penghubung antara sumber dan tujuan.
- Receiver              = mesin penerima informasi yang ditransmisikan.
- Output Device     = berfungsi sebagai komponen yang menerima informasi.

Komponen-komponen tersebut diklasifikasikan lagi menjadi 3 buah sistem antara lain

Minggu, 23 Oktober 2011

Laporan MAC Address

Nama : Yadi Purdianto (31)
MAC ADDRESS
Pembimbing :
  1. Antoni Budiman
  2. Rudi Haryadi
Kelas : XI TKJ A
No. Eksperimen : 5
SMKN 1 Cimahi
Diagnosa LAN
Hari/tanggal : Sabtu, 8 Oktober 2011
Nilai / paraf :

I.       PENDAHULUAN
MAC Address (Media Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau hardware address.

II.    TUJUAN
  • Siswa dapat mengetahui definisi MAC Address. 
  • Siswa dapat mengetahui susunan MAC Address.
  • Siswa dapat mengetahui MAC Address dari sebuah komputer atau perangkat jaringan.
  • Siswa dapat mengubah MAC Address dengan menggunakan Linux maupun Windows

III.  ALAT & BAHAN
  • PC 
  • Referensi tentang MAC Address

IV. LANGKAH KERJA
a) Linux :
1.      Buka terminal, login sebagai root.


2.      Inputkan perintah ifconfig untuk mengetahui MAC Address dan device yang digunakan.


3.      Dari screenshot di atas dapat diketahui bahwa device yang digunakan adalah eth3 dan MAC Addressnya adalah 20:cf:30:e9:35:24
4.      Inputkan perintah ifconfig eth3 down untuk mematikan device yang sedang digunakan supaya tidak merusak device yang sedang digunakan tersebut.
5.      Inputkan perintah ifconfig eth3 hw ether ff:ff:ff:ff:ff:ff (MAC Address yang baru)
6.      Inputkan perintah ifconfig eth3 up untuk menghidupkan kembali device yang tadi dimatikan.


7.      Inputkan perintah ifconfig eth3 untuk melihat apakah MAC Address sudah terganti atau belum.


Susunan MAC Address 20:cf:30:e9:35:24
Analisa :
  • Jumlah bit seluruhnya adalah 48 bit (6 byte)
  • 3 segmen pertama adalah kode vendor (20:cf:30) 
  • 3 segmen terakhir adalah kode produk (e9:35:24) 
  • Dalam biner, MAC Address-nya adalah : 00100000:11001111:00110000:11101001:00110101:00100100

V.    KESIMPULAN
MAC Address adalah physical address, hardware address, maupun ethernet address.
Kita dapat melakukan modifikasi MAC Address, antara lain mengubah MAC Address, mengetahui MAC Address dari host lain dari sebuah jaringan, dan juga melakukan modifikasi lainnya.

MAC Address

MAC Address (Media Access Control Address) adalah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan Data-link dalam model referensi OSI, yang berguna untuk mempresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan (sebuah komputer, interfaces dalam router, dll). Dalam jaringan Ethernet, MAC Address adalah alamat unik dengan panjang 48-bit (6 byte). MAC Address disebut juga Ethernet Address, Physical Address, atau Hardware Address.
Dalam jaringan Ethernet, setiap header dalam frame ethernet mengandung informasi mengenai

Sabtu, 15 Oktober 2011

Laporan Segmentasi Jaringan

Laporan Segmentasi Jaringan

Rabu, 28 September 2011

Enkapsulasi dan Dekapsulasi

Secara khusus ENKAPSULASI merupakan proses penambahan header dan trailer atau melakukan pemaketan data sehingga data tersebut beridentitas, tapi secara umum, enkapsulasi merupakan proses yang membuat satu jenis paket data jaringan menjadi data lainnya.Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi dan meletakkan data ke format data yang dipahami oleh protokol tersebut. Dalam OSI Reference Model, proses enkapsulasi yang terjadi pada lapisan terendah umumnya disebut sebagai "framing".
Lapisan Data-link pada OSI Layer merupakan lapisan yang bertanggung jawab melakukan enkapsulasi atau framing data sebelum di transmisikan oleh media transmisi (radio, cahaya, atau kebel). Dalam teknologi jaringan LAN (Local Area Network), hal ini dilakukan oleh "Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection (CSMA/CD)" pada jaringan ethernet, atau oleh "Token-Passing" pada jaringan Token Ring, dan lain-lain.

Sedangkan DEKAPSULASI adalah proses pemisahan header terluar pada paket yang diterima, sehingga datagram yang ditumpangkan pada header tersebut dapat diakses oleh tujuan utama dalam sebuah proses transmisi data. Kesimpulannya dekapsulasi merupakan kebalikan dari enkapsulasi.

Referensi :
- Wikipedia
- farisnya.blogspot.com

Rabu, 17 Agustus 2011

Jenis-jenis Jaringan Komputer

JENIS-JENIS JARINGAN KOMPUTER



1. LAN
Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang hanya mencakup wilayah kecil seperti jaringan kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk

Model Referensi OSI & TCP/IP

Supaya komputer dapat mengirimkan informasi ke komputer lain, dan dapat menerima dan mengerti informasi, harus ada aturan atau standar untuk proses komunikasi tersebut. Standar ini meyakinkan kita bahwa beberapa jenis produk dan perangkat dapat berkomunikasi dengan perangkat lain yang berbeda vendor dan melewati beberapa jaringan. Pembakuan ini disebut model.
International Standards Organization (ISO) telah menciptakan model secara luas untuk industri, atau framework, untuk mendefinisikan aturan-aturan jaringan yang harus dilakukan untuk komunikasi yang handal. Model jaringan ini dibagi menjadi layer, yang masing-masing layer mempunyai fungsi yang berbeda dalam proses komunikasi. Lalu, mengapa harus dibuat layer? Paket data harus melalui beberapa tahapan dan proses. Untuk menstandarkan proses, harus digunakan sebuah model yang menunjukan bagaimana data dikirimkan, diseleksi, dibongkar-muat, dan diantarkan ke tujuan. Pada proses inilah yang disebut model jaringan. Keberadaan model jaringan menyediakan sebuah framework untuk standar implementasi dan protocol yang digunakan oleh mesin dan perangkat untuk berkomunikasi. Sehingga proses dan pekerjaan dipisah ke dalam kelompok logika yang disebut layer.

————————————————————————————————————

OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI)

Model referensi dalam komunikasi data yaitu standarisasi antar vendor komputer untuk berkomunikasi. Pada model referensi OSI (Open System Interconnection), komunikasi data jaringan dibagi menjadi 7 layer yang bekerja dalam sebuah pengiriman maupun penerimaan data. Sedangkan dalam model referensi TCP/IP, komunikasi tersebut dibagi menjadi