Rabu, 14 Maret 2012

Konfigurasi DHCP Server (pada Ubuntu)

Setelah sebelumnya saya membahas mengenai definisi dan keterangan lain mengenai DHCP, maka pada kesempatan ini saya akan menjelaskan mengenai cara konfigurasi DHCP Server pada sistem operasi Linux Ubuntu.
Untuk menjadikan sebuah PC dengan OS Linux Ubuntu (versi desktop maupun server) sebagai DHCP Server, maka pada sistem tersebut harus tersedia package dhcp3-server. Sebelum membuat setting DHCP Server, download terlebih dahulu package tersebut di situs pkgs.org kemudian installkan pada sistem anda. Untuk melakukan penginstalan yang lebih mudah, buka terminal (pada Ubuntu desktop) terlebih dahulu lalu ketikkan perintah apt-get install dhcp3-server.

Sebelum melakukan konfigurasi, biasakan diri anda untuk mem-backup data yang akan digunakan untuk konfigurasi DHCP Server. Untuk pembuatan DHCP Server, ada 2 file yang akan di-edit yaitu file /etc/default/dhcp3-server dan juga file /etc/dhcp3/dhcpd.conf. Untuk memback-up kedua file tersebut, gunakan perintah berikut :
  • cp /etc/default/dhcp3-server /etc/default/dhcp3-server_backup
  • cp /etc/dhcp3/dhcpd.conf /etc/dhcp3/dhcpd.conf_backup
Setelah di back-up, anda dapat melakukan konfigurasi DHCP Server dengan tenang karena jika terjadi kesalahan anda dapat menggunakan file back-up.

Pada posting sebelumnya saya telah menyampaikan bahwa dalam DHCP ada 2 metoda yaitu Address Pool (pemberian dynamic address) dan juga metoda penggunaan MAC Address (pemberian static address). Pertama-tama saya akan menjelaskan langkah-langkah penggunaan Address Pool. Untuk melakukan konfigurasi Address Pool, ikuti langkah-langkah berikut :
  1. Cek interface aktif pada PC yang digunakan sebagai DHCP Server. Gunakan perintah ifconfig.
  2. Jika ada lebih dari satu interface (eth0, eth1, eth2, dst) yang ada pada PC tersebut, pilih satu interface yang akan digunakan untuk menerima address request dari client.
  3. Setelah menentukan interface yang akan digunakan, buka file /etc/default/dhcp3-server dengan utility nano (atau dengan mengetikkan perintah nano /etc/default/dhcp3-server pada terminal).
  4. Setelah file tersebut terbuka, cari line INTERFACES="" lalu isikan pada line tersebut dengan nama interface yang akan digunakan (contoh = eth0)

  5. Setelah itu keluar dari utility tersebut dengan menekan tombol Ctrl + X pada keyboard dan kemudian simpan perubahan pada file tersebut.
  6. Setelah menentukan interface, langkah selanjutnya adalah membuat aturan addressing yang akan diberikan pada DHCP Client (seperti range IP, masking, gateway, dll). Untuk melakukan hal tersebut, buka file /etc/dhcp3/dhcpd.conf dengan menggunakan utility nano.
  7. Temukan baris # A slightly different configuration for an internal subnet dan lakukan konfigurasi untuk pengalamatan yang akan diberikan pada DHCP Client seperti contoh berikut :


    Keterangan    :
    1. Subnet = mengatur network dan masking yang akan digunakan
    2. Range = mengatur start dan end IP untuk client
    3. Routers = mengatur default gateway
    4. Broadcast-address = mengatur broadcast address
    5. Default-lease-time = batas waktu penyewaan alamat (satuan detik)
    6. Max-lease-time = batas maksimal penyewaan alamat (satuan detik)
  8. Setelah melakukan konfigurasi sesuai kehendak anda, restart DHCP Server agar konfigurasi dapat mulai dijalankan. Untuk me-restart DHCP, gunakan perintah etc/init.d/dhcp3-server restart.

  9. Setelah DHCP di restart, maka sistem DHCP Server siap dijalankan.
Jika langkah-langkah di atas selesai dilakukan, maka anda dapat melakukan pengujian dengan menggunakan sebuah PC lain untuk melakukan request address dari DHCP Server tersebut. Dalam hal ini saya menggunakan sebuah PC yang menggunakan sistem operasi Ubuntu yang dikoneksikan ke DHCP Server dengan menggunakan kabel straight. Setelah terkoneksi, lakukan konfigurasi addressing pada client menjadi DHCP Client. Untuk melakukan hal tersebut, buka file /etc/network/interfaces dengan menggunakan utility nano. Setelah terbuka, buat konfigurasi seperti berikut :


Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa sebelumnya PC tersebut menggunakan static address. Namun saya menambahkan tanda pagar / cress (#) pada line yang menyatakan bahwa PC tersebut menggunakan static IP (di atas line dhcp).

Setelah itu restart sistem networking pada PC tersebut dengan menggunakan perintah /etc/init.d/networking restart. Pada proses restarting, PC tersebut akan melakukan request, penyewaan, dan juga binding address (menetapkan address yang akan disewa). Setelah itu terminal PC Client akan menampilkan baris seperti berikut :



Setelah proses restarting selesai, maka PC tersebut telah mendapatkan sebuah address dari DHCP Server. Untuk pembuktian terakhir, gunakan perintah ifconfig untuk mengecek address yang diterima apakah sesuai dengan rule pada DHCP Server atau tidak.



————————————————————————————————————

Hasil di atas adalah hasil untuk penggunaan address pool. Sekarang saya juga akan menyampaikan langkah-langkah untuk membuat DHCP Server dapat memberi static address pada device tertentu. Kali ini di asumsikan bahwa pemilihan interface DHCP Server telah dilakukan sehingga langsung pada penentuan address pada device yang memerlukan static address. Berikut langkah-langkahnya :
  1. Buka file /etc/dhcp3/dhcpd.conf lalu cari baris # A slightly different configuration for an internal subnet.
  2. Sebelumnya telah ada setting untuk address pool. Untuk membuat static address, tambahkan baris seperti contoh berikut :

  3. Pada gambar di atas dapat dilihat ada 3 address yang digunakan untuk 3 device yang memerlukan static IP. Dalam hal ini anda dapat menggunakan static address untuk lebih dari 3 device.
  4. Pada parameter hardware ethernet, masukkan MAC address dari device yang akan diberi static address. Pada parameter fixed-address, masukkan IP address yang akan digunakan untuk device tersebut.
  5. Setelah itu proses pembuatan static address untuk device tertentu selesai. Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengubah device pemilik MAC address di atas menjadi dalam DHCP Client mode.

4 komentar: