Selasa, 27 Desember 2011

Apa itu Web Design?

Web design adalah seni dan proses dalam menciptakan halaman web tunggal maupun keseluruhan, dan bisa melibatkan estetika serta seluk beluk mekanis dari suatu operasi situs web, walaupun yang utama adalah memusatkan look dan feel (apa yang dilihat dan dirasakan dari situs tersebut).

Sebagian aspek yang tercakup dalam web design antara lain :
  • Menciptakan animasi dan grafik 
  • Pemilihan warna 
  • Pemilihan font 
  • Design navigasi 
  • Menciptakan animasi html atau xml, java script, programming, dan pengembangan e-commerce
  • Menciptakan isi 
Apa saja yang harus dikuasai oleh seorang web designer? Hal-hal yang harus dikuasai oleh seorang web designer adalah sebagai berikut.
PENGUASAAN CITA RASA SENI seperti :
  • mengeksplorasi imajinasi dan menggali cita rasa seni yang dituangkan dalam halaman web 
  • mampu memilih warna yang baik dan memadukannya dengan warna lain sehingga tercipta perpaduan warna yang serasi 
  • mampu membuat sketsa yang baik dari bentuk halaman web 
  • mampu menggabungkan imajinasi atau ide orisinil dengan ide dari pihak client yang memesan desain web 
  • mampu menempatkan komponen multimedia pada bagian tertentu sehingga halaman web menjadi menarik
PENGUASAAN TOOLS PENDUKUNG PERENCANAAN WEB seperti :
  1. Aplikasi pengatur layout web, contohnya Macromedia Dreamweaver, Microsoft Fontpage, Edit Plus, PHP Edit, dll 
  2. Aplikasi pembuat animasi seperti Macromedia Flash, Swish, dll 
  3. Aplikasi design grafis seperti Corel Draw, Photoshop, Gimp, dll
PENGUASAAN TEKNIK MEMBUAT INTERFACES WEB

PENGUASAAN BAHASA PEMROGRAMAN

————————————————————————————————————

FUNGSI SITUS WEB

Sebelum mendesain sebuah web, sebaiknya web designer mengetahui dan memahami terlebih dahulu beberapa fungsi dari sebuah situs web agar design yang dibuat sesuai dengan fungsi yang dibuat. Secara umum, fungsi dari sebuah web adalah

Unguided Media Transmisi

Un-guided media yaitu media transmisi yang tidak terlihat oleh mata, namun dapat dirasakan manfaatnya. Beberapa contoh media ini yaitu sinyal dan gelombang elektromagnetik. Ada beberapa materi yang perlu dipahami mengenai media tanpa bentuk fisik ini. Diantaranya adalah radiowave, microwave, infrared, FHSS, DSSS, standarisasi wireless 802.11, standarisasi wireless 802.16, dan juga topologi wireless. Hal-hal tersebut akan sangat berkaitan dengan perencanaan jaringan tanpa kabel.

Radio Wave, yaitu sinyal wireless yang bekerja pada frekuensi 10 KHz - 1 GHz (radio frekuensi). Sinyal ini bekerja dengan metoda multicast (broadcast termasuk didalamnya) atau dengan skema one to many ataupun point to multipoint. Keuntungan dari menggunakan radiowave adalah tidak berkabel (tentunya), murah, dan fleksibel. Namun adapula kekurangannya yaitu adanya kemungkinan pencurian data, noise, kemudian range yang terbatas dibanding media wireless lainnya.

Micro Wave, yaitu sinyal yang bekerja pada frekuensi 300 MHz - 300 GHz. Sinyal ini menggunakan metoda unicast atau point to point. Sinyal ini terbagi 2 jenis yaitu terrestrial dan satellite microwave. Keuntungan dari menggunakan media ini adalah memungkinkan untuk melakukan komunikasi point to point maupun broadcast. Namun adapula kekurangannya yaitu peralatannya mahal, harus dalam keadaan LoS (Line of Sight atau transmisi data dalam keadaan lurus, tidak terpantul, dan tanpa halangan), memiliki prinsip athmospheric attenuation (performa dipengaruhi oleh cuaca), kemudian adanya propagation delay.

Infrared, yaitu sinyal yang dapat digunakan untuk

Senin, 19 Desember 2011

Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah “dua atau lebih komputer yang saling terhubung satu sama lain, dengan tujuan untuk bertukar informasi (data, resource, aplikasi) dan terhubung melalui media (wire atau wireless) dan didukung dengan adanya aplikasi jaringan”. Dari definisi yang dipaparkan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam sebuah jaringan komputer harus ada dua komputer atau lebih yang terkoneksi untuk bertukar informasi baik itu berupa data, resource (disk space), maupun aplikasi, kemudian terhubung dengan media transmisi berupa kabel maupun non-kabel dan adanya software jaringan seperti Network OS.

Jaringan komputer diklasifikasikan dalam beberapa aspek antara lain jaringan komputer berdasarkan koneksi (keterhubungan), skala (ukuran), topologi, protocol, dan arsitektur. Berikut uraian singkat mengenai klasifikasi jaringan komputer.
Jaringan Komputer berdasarkan Koneksi :
  • Broadcast Links (multipoint), yaitu jaringan yang menggambarkan bahwa sebuah komputer terhubung secara broadcast atau terkoneksi ke seluruh host yang ada dalam jaringan tersebut.
  • Point to Point Links, yaitu

Topologi Jaringan

Topologi jaringan atau network topology merupakan bentuk atau skema bagaimana komputer-komputer saling terhubung dalam sebuah jaringan komputer. Topologi terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
  1. Topologi fisik atau physical topology, yaitu gambaran bagaimana komputer dan komponen-komponen jaringan digunakan atau dipasang sehingga dapat terhubung satu sama lain.
  2. Topologi logika atau logical topology, yaitu gambaran bagaimana data dialirkan sehingga dapat mencapai tujuan pengiriman. Dalam hal ini merupakan metoda akses. Untuk melihat informasi mengenai metoda akses, klik disini.
Ada beberapa jenis topologi yang dapat diimplementasikan dalam jaringan komputer. Untuk memudahkan dalam pembahasan mengenai topologi, maka topologi-topologi yang telah ada diklasifikasikan menjadi seperti bagan berikut :


Pada pembahasan kali ini hanya akan membahas mengenai topologi fisik. Berdasarkan bagan di atas, topologi fisik dibedakan menjadi topologi dasar dan topologi pengembangan. Ada beberapa topologi dasar yang ada saat ini, antara lain

Makalah Instalasi LAN

Makalah Instalasi LAN