Sabtu, 12 Oktober 2013

Cloning Konten HDD dengan Hiren's BootCD 10.4

Cloning (B. Indonesia = kloning) dalam biologi adalah proses menghasilkan individu-individu dari jenis (populasi) yang sama dan identik secara genetika. Dalam bioteknologi, kloning merujuk pada berbagai usaha-usaha yang dilakukan manusia untuk menghasilkan salinan berkas DNA atau gen, sel, atau organisme. Arti lain kloning digunakan pula di luar ilmu-ilmu hayati.

Kata ini diturunkan dari kata clone atau clon, dalam bahasa Inggris, yang juga dibentuk dari kata bahasa Yunani, κλῶνος ("klonos") yang berarti "cabang" atau "ranting", merujuk pada penggunaan pertama dalam bidang hortikultura sebagai bahan tanam dalam perbanyakan vegetatif. (Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Kloning - 2013/10/12 09:17 AM)

Seperti yang telah dijelaskan di atas kita dapat menyimpulkan secara lebih sederhana bahwa cloning adalah suatu proses untuk menghasilkan suatu produk baru yang sama persis (identik) dengan produk asalnya. Dalam hal ini saya tidak akan membahas mengenai masalah biologi ataupun bioteknologi karena itu bukan bidang saya. Yang akan saya bahas kali ini adalah bagaimana kita dapat men-cloning isi suatu harddisk ke harddisk yang lainnya sehingga diperoleh 2 harddisk yang isinya sama persis.

Contoh kasus yang pernah saya alami adalah ketika ada sebuah perusahaan yang memiliki puluhan komputer yang masih kosong (belum terpasang software sistem operasi apapun). Jika harus menginstal sistem operasi pada tiap komputer satu per satu maka akan

Rabu, 02 Oktober 2013

Cek & Repair HDD dengan Hiren's BootCD 10.4

Setelah sebelumnya saya membahas mengenai bad sector pada harddisk, kali ini saya akan membahas mengenai cara mengecek dan juga repair harddisk menggunakan Hiren's BootCD 10.4 dengan sub-aplikasi yang bernama HDD Regenerator.

Sebelumnya saya akan memberikan sedikit gambaran mengenai Hiren's BootCD. Hiren’s BootCD adalah utilitas boot disk yang akan membantu dalam menyelesaikan dan memformat ulang komputer dengan mudah. Jenis perangkat lunak ini menyediakan kompilasi-kompilasi program untuk membantu menyelesaikan sebagian dan beberapa masalah komputer seperti kegagalan driver, koneksi internet intermiten dan malfungsi komputer lainnya.

Berikut adalah beberapa menu yang tersedia dalam sebuah Hiren's BootCD yang dikelompokkan berdasarkan permasalahan dan device yang akan ditangani :
  • Partition Tools
    Digunakan untuk pembuatan partisi HDD, mengelola dan mengontrol penggunaan drive yang sudah terpartisi, mengubah ukuran partisi dan juga menghapus partisi yang sudah terbentuk.
  • Back-up & Recovery Tools
    Digunakan untuk melakukan penyimpanan data sebelum diubah atau diakses sehingga jika terjadi kesalahan pada pengaksesan atau pengubahan data maka file back-up dapat digunakan dengan cara di-restore sehingga data tersebut kembali ke posisi awal. Fungsi utamanya adalah

Selasa, 17 September 2013

Power Supply PC

Power Supply Unit (B. Indonesia = unit catu daya) atau yang sering disingkat PSU adalah serangkaian alat elektronik yang menyediakan arus listrik untuk komponen-komponen lainnya (dalam hal ini komponen-komponen komputer) dan mengubah arus bolak-balik (Alternative Current / AC) menjadi arus searah (Direct Current / DC).

Gambar 1. Contoh Power Supply pada PC
Berdasarkan definisi yang sudah dipaparkan tersebut kita dapat mengetahui bahwa power supply memiliki beberapa fungsi yaitu :

Kamis, 12 September 2013

Bad Sector pada Harddisk

Setelah sebelumnya membahas tentang harddisk, sekarang saya akan membahas mengenai salah satu masalah yang sering terjadi pada harddisk, yaitu bad sector. Bad Sector, hanya dengan mengetahui namanya kita bisa mengetahui bahwa permasalahan tersebut menggambarkan keadaan suatu harddisk yang memiliki beberapa sector yang rusak. Kerusakan tersebut umumnya dapat mengakibatkan operating system tidak berjalan dengan optimal, pengerjaan setiap proses menjadi lamban dan bahkan PC akan restart secara terus-menerus.

Bila digambarkan dengan ilustrasi sederhana, bad sector dapat dibayangkan seperti sebuah laci rusak pada sebuah gudang yang sangat besar dimana pada gudang tersebut berisi jutaan laci. Kerusakan laci tersebut mungkin dikarenakan adanya karat pada engsel atau gagang dari laci tersebut macet. Bukanlah masalah besar jika laci tersebut rusak sejak gudang itu baru dibangun karena rusaknya satu laci dapat diatasi dengan menggunakan laci yang lain mengingat ada jutaan laci di gudang tersebut. Tetapi beda ceritanya jika laci tersebut rusak saat sudah ada barang di dalamnya, sehingga kerusakan tersebut menyebabkan barang yang ada di dalamnya tidak dapat diakses oleh siapapun.

Kita gambarkan laci tersebut sebagai sebuah sector dan gudang tersebut adalah harddisk-nya. Bad sector bukanlah masalah besar jika terjadi pada saat harddisk tersebut belum digunakan. Jika harddisk tersebut rusak saat sudah ada data di dalamnya tentu akan menjadi

Rabu, 11 September 2013

Harddisk

Harddisk adalah komponen penting pada PC yang berupa sebuah media penyimpanan pada PC / Portable PC yang sifatnya permanen. Berbeda halnya dengan RAM / Random Access Memory yang merupakan media penyimpanan sementara untuk menyimpan data temporer (tidak permanen) seperti proses-proses yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi, harddisk berperan untuk menyimpan data permanen sehingga data tersebut dapat di akses kembali saat PC di-restart.

Gambar 1. Harddisk Tampak Depan & Belakang
Ada banyak produsen harddiks yang sekarang banyak bersaing dalam hal produksi dan penjualan. Beberapa produsen terkenal harddisk saat ini antara lain :
  1. Seagate - www.seagate.com
  2. Western Digital - www.wdc.com 
  3. Maxtor 
  4. Hitachi Deskstar - www.hitachi.com
  5. Samsung - www.samsung.com
  6. IBM - www.ibm.com 
  7. Quantum 
  8. Transcend - www.transcend-info.com
  9. Dan lain-lain
Harddisk hadir dalam berbagai jenis teknologi yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dalam penggunaannya. Berikut adalah beberapa jenis

Kamis, 15 Agustus 2013

Cara Disable IP Auto-configuration

Auto-configuration untuk IP address adalah sebuah fitur dari network adapter pada PC terintegrasi Windows yang digunakan untuk melakukan setting otomatis pada sistem pengalamatan PC tersebut. Skema kerja dari auto-configuration itu sendiri adalah sebagai berikut :
  1. Saat network adapter terpasang pada PC, secara otomatis Windows akan menggunakan protokol TCP/IP pada adapter tersebut. Jika tidak ada langkah lebih lanjut yang diambil oleh user, maka konfigurasi pengalamatan protokol tersebut diatur ke "Obtain an IP address automatically" (meminta IP address ke sebuah DHCP server).
  2. Jika PC tersebut di-reboot maka adapter tersebut akan mencoba menghubungi DHCP server untuk meminta IP address.
  3. Jika tidak ada DHCP server yang dapat dihubungi (hal ini biasa terjadi pada private LAN), maka Windows akan memberikan alamat khusus (dengan network address 169.254.xxx.xxx) untuk adapter tersebut.
  4. Kemudian Windows akan mencoba untuk

Selasa, 03 Juli 2012

Konfigurasi DNS Server pada Arch Linux

Pada kesempatan sebelumnya saya telah menyampaikan langkah-langkah konfigurasi DNS Server pada Ubuntu 10.04. Pada kesempatan kali ini saya juga akan memberikan contoh praktikum konfigurasi DNS Server yang masih menggunakan package 'bind' namun pada sistem operasi Arch Linux.

Pada praktek kali ini saya masih menggunakan topologi peer-to-peer untuk mesin DNS Server dengan mesin client. Pada mesin DNS Server saya menggunakan sistem operasi Arch Linux, sedangkan pada mesin Client saya menggunakan sistem operasi Ubuntu. Berikut adalah topologi dan skema pengalamatan yang saya gunakan pada praktek kali ini :


Sebelum melakukan konfigurasi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan instalasi package bind pada mesin DNS Server yang menggunakan sistem operasi Arch Linux. Untuk pengistalan, gunakan perintah

Konfigurasi DNS Server pada Ubuntu 10.04

Pada kesempatan sebelumnya saya telah menyampaikan pendahuluan mengenai Domain Name System atau yang biasa disebut DNS Server. Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan materi mengenai konfigurasi DNS yang akan dilakukan pada sistem operasi Ubuntu 10.04.
Sebelum melakukan konfigurasi, saya akan menjelaskan sedikit mengenai topologi yang akan digunakan dalam konfigurasi ini. Dalam hal ini saya menggunakan topologi peer-to-peer. Ada 2 buah mesin / PC yang digunakan, dimana 1 mesin akan digunakan sebagai DNS Server dan mesin yang lainnya dijadikan sebagai Client yang akan menguji keberhasilan dari praktikum.

Untuk pengalamatan (addressing), saya menggunakan IP Address kelas B dengan network 172.16.0.0/16 dimana mesin DNS Server menggunakan IP 172.16.0.1 dan PC Client menggunakan IP 172.16.0.2. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah topologi dan skema addressing yang saya gunakan :


Sebagai informasi opsional, dalam hal ini saya menggunakan sistem operasi Ubuntu 10.04 pada PC client. Jika anda akan melakukan praktek ini, anda dapat menggunakan sistem operasi lain pada client.

Sabtu, 16 Juni 2012

DNS (Domain Name Server)

Sistem pengalamatan yang digunakan dalam jaringan komputer umumnya direpresentasikan dalam bentuk angka numerik yang kita kenal sebagai IP Address. 2 buah komputer atau lebih dapat melakukan komunikasi jika keduanya sudah diidentifikasikan oleh sebuah IP Address yang dimiliki oleh masing-masing komputer. Jika komputer sudah memiliki IP address, maka komputer lain dapat "memanggil" komputer tersebut dengan menggunakan IP yang dimiliki oleh komputer tujuan. Selain itu sebuah komputer juga dapat melakukan sharing file dengan komputer lain jika kedua komputer tersebut terhubung dengan IP address (yang se-network).
IP address adalah sistem pengalamatan yang dapat dilakukan oleh mesin atau sistem dari PC tersebut, namun tidak user friendly bagi penggunanya. Dapat anda bayangkan jika anda memiliki sebuah jaringan yang besar, dan anda dibebankan oleh kegiatan-kegiatan komunikasi antar komputer dalam jaringan tersebut, tentu akan tidak efektif jika anda harus menghafal alamat IP yang dimiliki oleh tiap komputer dalam jaringan tersebut. Dapat dibayangkan jika network administrator harus menghafalkan alamat IP tiap komputer dalam jaringan besar (dengan 500 komputer misalnya). Untuk memudahkan keperluan tersebut, muncul sebuah aplikasi yang bernama DNS.

DNS (Domain Name Server) adalah sebuah utility untuk menerjemahkan / memetakan sistem pengalamatan IP address ke sebuah nama komputer (hostname). Adapula definisi lain yang menyebutkan bahwa DNS adalah distribute database system yang digunakan untuk

Konfigurasi Samba pada Ubuntu 10.04

Pada postingan sebelumnya saya telah menyampaikan mengenai pendahuluan Samba dan protokolnya yaitu SMB (Server Message Block). Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan mengenai langkah-langkah konfigurasi Samba Server pada sistem operasi Ubuntu 10.04 dengan 2 konsep yaitu write-able dan juga read only. Sedangkan untuk client saya menggunakan sistem operasi Windows XP. Kedua sistem tersebut berada pada 2 PC / Portable PC yang berbeda.
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menginstalkan package samba pada sistem operasi Ubuntu 10.04 dengan menggunakan perintah apt-get install samba (sistem harus terkoneksi ke repository terlebih dahulu). Setelah terinstal, lakukan langkah-langkah konfigurasi seperti berikut :
  1. Hubungkan 2 PC / Portable PC yang digunakan dengan menggunakan sebuah kabel UTP atau kabel jaringan apapun yang memungkinkan.
  2. Setelah terhubung, lakukan konfigurasi pengalamatan / addressing. Sebagai contoh, saya menggunakan skema IP Address seperti berikut :
    1. Ubuntu 10.04       : 172.16.16.32/26
    2. Windows XP        : 172.16.16.30/26
  3. Setelah konfigurasi addressing selesai, maka langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi pada file smb.conf. Namun sebelum melakukan konfigurasi, pastikan anda melakukan

Konfigurasi PC Router pada Ubuntu 10.04

PC Router adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk membuat sebuah device (PC) berfungsi sebagai router. PC router merupakan pengganti dari dedicated router dimana PC router ini dapat digunakan selain untuk router, tetapi juga dapat digunakan untuk menjadi sebuah PC sebagaimana biasanya. PC router ini juga merupakan sebuah sistem dalam komputer yang dapat menjadi jembatan bagi 2 buah komputer client yang berbeda network untuk dapat berkomunikasi.
Saat ini sistem operasi Linux memiliki kemampuan untuk menjadi sebuah PC Router dimana dalam sistem operasi tersebut memiliki fitur utility berupa IP FORWARDING. Berdasarkan kata forwarding yang memiliki arti meneruskan; mengirimkan terus, maka maksud dari IP FORWARDING sendiri adalah sebuah fitur yang berfungsi untuk meneruskan paket lintas network. Dengan kata lain, IP FORWARDING adalah fitur yang dapat mengirimkan data dari satu device ke device yang lain meskipun kedua device tersebut menggunakan address yang berbeda network.

Penjelasan di atas sudah menggambarkan bahwa sebuah PC dengan sistem operasi tertentu (dalam hal ini saya membicarakan mengenai sistem operasi Linux) dapat berfungsi seperti sebuah Router. Teori tentu tidak akan sempurna tanpa diikuti dengan praktek. Maka dari itu kali ini saya akan memberikan contoh penerapan PC Router menggunakan sistem operasi Linux, lebih tepatnya Ubuntu 10.04.

Dalam praktek kali ini saya menggunakan topologi yang terdiri dari 2 buah PC Client yang menggunakan pengalamatan (addressing) yang berbeda network dan sebuah PC Router yang memiliki 2 buah interface. Masing-masing PC Client terhubung ke sebuah